jump to navigation

Ayo Bersepeda! 26 Maret 2007

Posted by susilobu in Sepeda.
trackback

di depan kantor 

Diawali dari sahut-sahutan email di milis ketapel@plasagroups.com tentang bersepeda, maka pada hari Sabtu tanggal 9 Maret 2007, dimulailah gerakan bersepeda yang pertama kalinya di komunitas ketapel.

Berkumpul di Gedung Kantor Pusat Telkom di Jalan Japati, tepat pukul 08.30 WIB rombongan pesepeda bergerak meninggalkan halaman kantor menyusuri jalanan kota Bandung. Rombongan kali pertama ini berjumlah lima orang yang terdiri atas Nuryahya, Sadiyono, Eko Nurkholis, susilo dan Sutisna adik kelas PAAP Tel angkatan kedua.

Meninggalkan jalan japati, rute selanjutnya adalah Jalan Dipatiukur. Disni tanjakan sudah mulai mengeraskan betis dan memaksa irama jantung terdengar keras. Selepas simpang Dago rombongan mengambil jalan lurus menuju Jalan siliwangi, disini tantangan berikutnya mulai digelar yaitu turunan ekstrim sepanjang Jalan Siliwangi sampai prapatan Gandog. Seperti biasa dalam filsafat bersepeda, setelah turunan selalu ada tanjakan. Maka menuju simpang Gandog melewati jembatan tanjakan telah menanti dengan tangan melambai-lambai.

Lepas Simpang gandog, Jalan Cihampelas terasa nikmat sekali, karena menurun sepanjang jalan. Meliuk-liuk diantara para shopaholic yang mengerumuni outlet di sepanjang Jalan Cihampelas. Hare gene, sudah banyak orang belanja…..

Di bawah jembatan layang Cihampels, rombongan belok kanan menuju Jalan Pasteur dan di depan gerbang tol Pasteur berbelok ke kanan menyusuri lapangan terbang Husein. husein1husein2Rute berikutnya adalah menuju lapangan Tegalega karena di sana telah menanti “Kelapa Bakar”. Ini dia intinya besepeda, wisata kuliner! Tapi sayang setelah sampai di Taman Tegalega, ternyata “Degan Bakar” telah habis. Akhirnya wisata kuliner bergeser ke Mih Kocok di Jalan Banteng yang rasanya sungsum abis.

“Wah, lumayan nih kalau kita rutin bersepeda bisa menurunkan berat badan,” kata Nuryahya. halah, nurunin berat badan apanya alau setiap berseoeda juga selalu diikuti wisata kuliner, apalagi mih kocok yang penuh dengan sensasi sungsum dan kikil.

 mih kocok

Wuuuuiiiihhh.

 on mybike

[silo, 9 Maret 2007]

Komentar»

1. Eko - 28 Maret 2007

Kalau diliat dari tampang sich o.k pisan euy….tinggal melatih dengkul trus nyobain jalan ke lembang via dago pakar….kayaknya uenak tenan…….

2. silo SBU - 28 Maret 2007

Ingat filsafat beersepeda:
“Setelah tanjakan selalu ada turunan”

3. hery - 15 Mei 2007

maaf numpang tanya.
ini pak Eko Nurcholis yang pernah tugas di Telkom samarinda sekitar tahun 1999-2000 bukan ya? Yang tinggalnya di daerah dekat terminal cicaheum. Saya loss contact dgn beliau. terakhir ketemu tahun 2002. terima kasih

Betul, Pak Herry. Itu memang Pak Eko Nurcholis.
Silakan dikontak beliau di emailnya.
Jika kesulitan silakan hubungi saya kembali, nanti saya pertemukan.
Selamat bereuni dan terimakasih blog ini bisa membantu:-)

4. Christine Imelda - 12 Oktober 2015

wah keren nih gowesnya gan🙂

oya ane ada artikel soal bersepeda nih gan http://www.elementmtb.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: